Category Archives: Serba-Serbi Dunia Photography

Plug in PhotoShop Noisware, bikin photomu jadi sehalus sutra!!

Ngomongis soal photoshop pastilah sudah tidak asing lagi, lah wong emang software utama saat kita mainan photo. Ngomongin soal editing photo, PB paling tidak suka dengan sesuatu yang menggunakan hal ribet-ribet. Maunya yang instant dan cepat, yang penting hasil jadi bisa bagus 😉 . Makanya selalu mencari cara buat agar cepat menghasilkan, maklum saja kalau pas kena Jobs Editing yang banyak gitu selalu saja butuh waktu cepat.  Biar tidak mengecewakan klien, so buat yang sudah PRO abaikan saja cara ini. Ini berbagi ilmu buat yang newbie kaya PB, atau baru menggeluti dunia editing 😉 . Cekidot penampakannya 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Samsung Galaxy NX, emang keren!!

Ngomongin soal produk Samsung, memang nggak ada habisnya. Produknya keren-keren juga, terutama soal HH bisa dibilang mendominasi berbagai sekmen. Kali ini PB mau sedikit mengintip produk Samsung yang ber-serie Galaxy, mungkin selama ini kita lebih mengenal tentang serie galaxy itu pada HH_nya saja. Namun PB kali ini akan membahas tentang serie Galaxy Kameranya, yaitu Kamera Mirroless Samsung Galaxy NX. Mau tahu kehebatanya, yuks simak photo-photo dibawah ini biarlah yang berbicara 😉

-Baca Selanjutnya kawan->

ProShow Gold bikin foto video semakin mudah :)

Kalau kemarin software AVS Video Editor, software paling friendly untuk editing video. Kali ini PB mau sedikit share, software termudah untuk buat photo menjadi video. Atau lebih tepatnya slide show foto, dalam bentuk file video. Biasanya digunakan untuk membuat file album digital, jadi menggunakan software ini adalah salah satu caranya. ProShow Gold, merupakan software berbayar. Namun seperti biasa, namanya juga anak kost. Selalu saja ada cara untuk menikmati full version, silahkan lihat tampilannya dibawah ini :

-Baca Selanjutnya Kawan->

Editing Video dengan AVS Video Editor, sangat mudah & gampang!!

Selain otak-atik photo, PB juga doyan mainan video tapi bukan 3gp!! Banyak banget software editing video yang tersebar dalam dunia, namun PB paling cocok dan senang memakai AVS Video Editor. Karena software satu ini sangat mudah untuk digunakan, dan di dukung dengan beberapa efek-efek yang menarik dan unik. Untuk kelas pemula, pastinya juga mudah dalam mengoperasikan. Ini secuil tampilannya dari AVS Video Editor, cekibroott:

-Baca Selanjutnya Kawan->

Kamera Pocket / saku dengan mode setting “M”

Memang apa sich istimewanya mode “M” pada sebuah kamera?? Apalagi kamera sekelas pocket / saku, kan emang lebih simpel pakai setting “A”?? Kalau membahas Kamera DSLR sudah pasti ada fasilitas mode “M”, memang kamera DSLR siap untuk segala settingan manualnya. Beda dengan kamera pocket / saku, yang tercipta untuk mengejar simpelnya saja. Namun di beberapa Kamera Pocket / Saku, masih menyertakan mode ” M ” untuk memberi kesempatan setting sesuai hati lebih banyak. Apa saja, yuks ini beberapa contohnya:

-Baca Selanjutnya Kawan->

Benarkah Shutter Count Kamera DSLR hanya mampu 100.000 – 150.000 klik saja??

Sudah menyebar dan memang betul adanya, jika kamera DSLR itu tergantung sama shutter count. Apalagi kalau saat kita membeli kamera DSLR 2nd(bekas), pastilah was-was soal keadaan sudah berapa banyak shutter count kamera yang mau dibeli itu. Selama ini sudah menjadi sebuah mitos, jika kamera DSLR hanya memiliki 100.000klik saja(untuk kelas low entry) sedangkan 150.000klik(untuk kamera midle – highend entry level). Tepatkah patokan itu semua?? Yuks..mari diskusi dibawah ini 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Kamera Prosumer Fuji Film HS10, in memoryan!!

Sekali-kali buat artikel yang lain daripada yang lain, soalnya mau membahas kamera Prosumer yang sudah tak ada lagi di tangan. Pasalnya sudah terjual beberapa tahun yang lalu, jadi hanyalah tinggal kenangan saja. Kemarin pas ngubek-ubek DVD hasil backUp NettBook yang juga sudah terjual, lach nemu photo-photo lama. So dari beberapa artikel soal Fotografi kemarin, ada yang request artikel tentang Prosumer. Ya sudah, silahkan dinikmati ini 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Ketika para FB bertemu di dunia maya ;)

Dalam dunia blogosphere sudah terlalu mainstream yang namanya para FB(FansBoy), dan ketika bertemu dalam komentar selalu saja menimbulkan perdebatan yang seru. Yang terkadang juga bisa menimbulkan istilah blognya kebakaran, namun kali ini PB membahas para FB yang bukan dalam dunia otomotif. Melainkan dunia Fotografi, kalau di dunia R2 sering kali yang berdebatan sengit adalah para FB Honda & FB Yamaha. Kalau dalam dunia fotografi, yang sengit adalah FB Canon & FB Nikon. Contohnya kecil, lihat screenshoot dibawah ini 😉

-Baca Selanjutya Kawan->

Tips membeli Kamera DSLR 2nd

Dari artikel sebelumnya, banyak beberapa masukan lewat komentar atau e-mail yang tanya soal cara memilih kamera DSLR 2nd(bekas). Baru hari ini sempat PB buatkan artikel, maklum lagi banyak urusan. So sering kali tidak mengurus blog, balas komentar saja lambat. Apalagi blogwalking, mohon maaf masih sangat terbatas untuk beberapa hari belakangan ini. Intinya tak serajin dahulu lagi, hehehe… Yukss, mulai bahas apa saja yang perlu di perhatikan ketika membeli kamera DSLR 2nd?? Silahkan disimak berikut ini :

-Baca Selanjutnya Kawan->

Kenapa Kamera DSLR, kok tidak Kamera Mirroless??

Kemarin ketika PB membahas tentang artikel kamera low entry(artikel disini), ada beberapa pertanyaan yang mampir di kolom komentar sesuai dengan judul artikel ini. Okey, melalui artikel sederhana ini maka PB akan sedikit membeberkan bebarapa opini pribadi. Kenapa kok tidak memilih kamera Mirroless, padahal lebih simple,dsb. Kalau perbedaan dan penjelasan daripada kamera DSLR & Kamera Mirroless sudah sangat sering dibahas oleh blogosphere, maka PB akan bahas kesimpulan saja. Yukss, diskusi… 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Kamera DSLR entry level worth it untuk pertama belajar

Masih ada sambungan dari kemarin (artikel disini), membahas tentang sebuah kamera yang cocok untuk pertama kali belajar. Atau biasa dibilang pertama naik level, dari kamera pocket/prosumer,dsb. untuk beralih ke kamera DSLR(Digital Single Lens Reflex). Dalam artikel kemarin dijelaskan cara memilih yang cocok untuk menentukan arah tujuan, kemana harus memutuskan. Kali ini PB sedikit memberi sebuah gambaran merk, namun bukan berarti promosi atau sebagainya!! 

-Baca Selanjutnya Kawan->

Tips memilih Kamera DSLR untuk pertama kali belajar

Mencoba berbagi soal camera lagi, sudah lama tak membahas fotografi. Kelamaan mainan di bidang Otomotif R2 Indonesia, yang tak pernah ada habisnya untuk dibahas tiap hari. Baiklah, kemarin siang PB mendapat SMS dari Mas Widi-Ngawi(silent rider di blog mini PB). Yang meminta masukan dari PB, soal pembelian kamera DSLR untuk belajar pertama kali. Maka dari itu PB buatkan artikel ini, kali saja nanti juga ada yang membutuhkan. Semoga bisa membantu melalui artikel ini 😉

Read the rest of this entry

Apa itu Rule of Third??

Masih ada sambungan dengan artikel kemarin, tentang “Ingat pesan guru Fotografi, tempo doloe“silahkan klik linknya. Di artikel itu disentil soal 9 kotak emas frame, sebenarnya kata-kata itu adalah teknik untuk pengambilan suatu komposisi. Kalau biasanya yang sering dipakai adalah teknik pengambilan komposisi berdasarkan “Rule of Third” atau sepertiga bagian. Jadi seolah kita menghayal waktu membidik sebuah obyek, membayangkan adanya 9 kotak pembagi ini. Ibarat contoh, PB ambilkan foto yang kemarin saja. Biar tetap ada keterkaitan dengan tips dari sang master, hehehe 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Ingat pesan Guru Fotografi, tempo doloe!!

Dulu PB waktu masih belajar memotret, bukan pure hanya otodidak saja. Namun ada yang bisa dianggap Guru, namun tidak formal seperti dalam dunia pendidikan. Dia adalah seorang teman, yang notabenya lebih senior soal photography (yang kini jadi wartawan sebuah tabloid otomotif taraf nasional). Selain memang PB rajin membeli buku dan membaca trik&tips dari internet, PB juga lebih sering sharing dengan sang Guru ini. Meskipun lebih sering hanya lewat dunia maya, bukan belajar dalam pendampingan khusus begitu. Itu terjadi tahun 2011, ketika PB masih menggunakan Camera Pocket 😉 . Jadi memang PB belajar memotret step by step, tidak langsung belajar dari DSLR.

-Baca Selanjutnya kawan->

3 kunci penting dalam memotret

Kali ini share opini pribadi dari PB tentang fotografi, buat yang sudah senior. Abaikan saja hal ini, namun PB ingin berbagi buat yang lagi getol belajar fotografi seperti PB(a.k.a. masih NewBie). Baiklah tanpa panjang lebar basa-basinya, karena waktunya sudah malam. PB terasa ngantuk juga, hehehe 😀

3 Kunci dalam memotret untuk menghasilkan photo yang bisa bercerita menurut PB adalah sebagai berikut:

Moment (Waktu/Saat/Timing), dalam dunia fotografi timing atau saat yang tepat untuk memotret itu sangat perlu dan penting. Semisalnya memotret landscape / city scape, biasanya saat yang tepat adalah ketika malam hari / siang hari. Kalau ingin menonjolkan langit, so ambil saat yang tepat waktu siang(langit biru) atau bisa juga saat Sun Rise & SunSet. Namun kalau ingin buat cahaya-cahaya kota lebih dramastis, tentu saja dengan mengambil saat malam. Dengan mengabaikan cahaya langit, karena ingin menonjolkan kerlap-kerlipnya cahaya lampu kota,mobil,motor,dsb.

Pencahayaan, dalam memotret sudah pasti wajib dalam memperhatikan yang disebut pencahayaan. Harus pandai-pandai untuk memanfaatkan cahaya yang ada, itu kalau pas lagi ada di OutDoor/Indoor kecuali di Studio(kalau studio, dengan dukungan berbagai system pencahayaan sudah pasti bisa di atur sesuai kehendak). Jadi kalau ngomongin pencahayaan, harus inget settingan ISO, Buka’an(f), dan Speed. Lalu perhatikan datangnya cahaya yang kuat dari mana, ketika jatuh mengenai obyek yang mau dipotret.

Angle (sudut pandang), dalam menentukan sudut pandang sudah pasti di ikuti yang namanya POI(Point of Interest) obyek mana, yang akan menjadi focus bidik’an memotret kita. Hal ini sangat penting, untuk membuat photo lebih bercerita. Untuk Angle sendiri dibedakan menjadi 3 dasar yaitu: Low Angle, High Angle, dan lurus dengan mata. Dimana kalau Low Angle(teknik pengambilan sudut dari bawah obyek), biasanya untuk menonjolkan kemegahan atau kesan yang tinggi. Sedangkan High Angle (teknik pengambilan sudut dari atas obyek) biasanya digunakan untuk menampilkan sebuah view yang luas, namun jika untuk memotret manusia jadi manusianya terkesan kerdil. Lalu Sudut lurus dengan mata(kamera), sudut pengambilan ini lebih menonjolkan keaslian obyek, misal saja dipakai untuk memotret Close-Up manusia/model.

Itulah beberapa opini pribadi PB, ketika sedang belajar dalam memotret. Kalau ada yang mau nambahin pengalamannya, silahkan di share dalam komentar di bawah ini. Semoga setiap artikel PB tentang fotografi, bisa menjadikan ajang tukar pengetahuan. Karena PB juga selamanya masih belajar, tak ada photo yang sempurna kecuali hanya rekayasa semata… heheh 😀

BONUS!!!

Bukan cabe-cabean :mrgreen: 😆 .