Blog Archives

Depot Slamet ,Darmawangsa – Surabaya

Sudah lama sebenarnya PB menjadi pelanggan “Depot Slamet” namun seringkali lupa bikin ulasan, karena sudah terbiaskan dengan kelezatan makanan. Jadi hilaf, mau motret menu makanannya. So kemarin waktu habis dari HiTech Mall, PB terasa lapar dan sengaja mampir ke depot langganan PB ini. Depot Slamet sendiri, beralamatkan di Jl. Dharmawangsa 6-A-B, Surabaya. Jadi secara otomatis, posisinya tidak jauh dari HiTech Mall yang berada di Jl. Kusuma Bangsa – SBY. Seperti biasanya, menu disini adalah menu-menu chinese food. So PB pesan Nasi Goreng Hongkong & Cap Cay goreng, 2 menu ini  favorite PB selain Bakso loch… 😀

Porsinya Jumbo, kawan!! Hati-hati, jangan memilih banyak menu disini, kalau cuma sendiri / berdua’an saja. Nggak akan habis seporsi, hehehe 😆

Menu-menu disini memang disajikan secara porsi Jumbo, jadi ada baiknya kalau mau makan disini usahakan rame-rame bareng kawan banyak. Karena kalau cuma sendirian, atau berdua’an saja. Sepertinya berat, untuk menghabiskan seporsinya saja. Kalau PB sendiri, sudah menjadi kebiasaan makan disini kalau tidak habis minta di bungkuskan sama mbak-mbaknya. Kan makanannya dipisahkan, dari piring yang buat kita makan. So kesannya bukan sisa, gitu dech…hehehe 😀

Untuk soal rasa, PB merasakan cocok bangets!! Alias merasakan enak, setiap menu yang ada. Sudah banyak sekali menu-menu disini yang PB cicipin, kecuali Kepiting+Cumi(memang gak doyan, hehehe). Kalau harga, PB rasa normal a.k.a tidak mahal juga. Hanya saja, karena mungkin penyajiannya berbentuk Jumbo begitu. Waktu lihat list menu, terkesan mahal juga. Tapi kalau sudah menghadapi menu yang Jumbo begitu, kesan harga mahalnya sirna juga…heheh 😀

  • Rp.30.000,-an/porsi (Cap-Cay Goreng) setara 3 porsi normal(pantesnya dimakan 3 orang).
  • Rp.28.000,-an/porsi (Nasi Goreng Hongkong) Setara 3 porsi normal(pantesnya dimakan 3 orang).
  • Rp.6000,- Minuman Es sari kedelai(porsi 1 orang/normal)
  • Rp.5000,- Minuman Es teh Manis (porsi 1 orang / normal)

Itulah menu yang dipesan PB sesuai photo di atas, so menurut PB gak ada mahalnya kok. Hanya saja, mendingan kesininya rame-rame jadi bisa menghilangkan kesan mahal. Apalagi kalau PB ditraktir, tambah ilang kesan mahalnya…hehehe 😀 (Biasanya kalau pas Ultah, atau acara apa, yang intinya traktiran lebih pas diajak kesini saja…hehehe 😀 ) Tapi kalau sedang berpacaran/berdua’an, sangat tidak disarankan. Kecuali sama-sama memiliki kapasitas over, hehehe 😀

Sun Rise, ternyata masih memukau!!

Kemarin hari, waktu PB melakukan perjalanan ke luar kota. Untuk keperluan jobs, dan selesai juga tepat pas dini hari. Alhasil, PB tetap harus balik ke Kota dengan keadaan lelah dan ngantuk berat. Namun alhamdulillah, tetap sampai dengan selamat sampai di kota Surabaya. Tentunya dengan tidak terlalu memforsir keadaan, dan tidak boleh lupa tetap dengan berkendara secara safety.

Begitu memukau, hemsss…. ingin rasanya mengulangi lagi 😀

Karena memang Route Blitar – Surabaya (tapi tidak lagi pulang kampoeng), so waktu balik ke Surabaya route tercepat adalah melewati kawasan Wisata Bendungan Karang Kates – Malang. Waktu itu melewati area itu tepat ±pk.04.30wib, dengan jam segitu tentunya suasana masih pagi sekali. Tidak menyangka dan mengira, jikalau pemandangan yang akan PB lalui begitu menakjubkan seperti ini. Hemsss, begitu indah nan memukau sekali bagi diri pribadi PB 😳

Ufuk cakrawala membiru, dan sejuk sekali ketika tersentuh oleh kabut embun pagi 😀

Dengan takjuk PB segera mengeluarkan senjata andalan, yaitu sebuah camera. Sayangnya memang tidak ada persiapan untuk sedang mengejar matahari pagi, jadi camera yang terpakai se adanya saja. Sebuah camera HP yang melekat di tas selalu, ketika PB sedang perjalanan. Hanya dengan kemampuan 3mpx, tidak bisa mengeksplore lebih jauh. Apalagi melakukan teknik SS, seperti biasanya.

Semoga bisa menggambarkan begitu indahnya waktu itu, walau hasil photo di atas tidak begitu indah dan dramatis. Kalau untuk kawan yang memang sering / pernah melalui route Malang – Blitar (sebaliknya). Pastinya tidak akan asing dengan tempat ini, cuma yang PB tidak sempat berpikir ternyata area ini memiliki keindahan saat pagi hari. Hemsss…. semoga suatu saat nanti bisa mengulangi hal ini, namun dengan camera DSLR dong tentuya 😆

Canon Photo Marathon 2013, is Back!!

Kemarin PB mendapat e-mail dari KFD (Klub Fotografi Datascrip), Datascrip merupakan garansi resmi camera DSLR Canon. Dulu saat PB masih sering banget mainan camera, dan aktif dibeberapa komunitas/klub fotografi makanya bergabung dengan KFD ini. Namun kini PB sudah sangat jarang sekali mainan camera, justru malah sering mainan camera HP. heheheheee… 😆

E-mail dari KFD ini mengenai datangnya kembali gelaran lomba fotografi yang sangat bergengsi menurut PB. Karena dilakukan di beberapa kota-kota besar di seluruh Asia. Yang berhasil mengumpulkan peserta ribuan di setiap daerahnya. Untuk Indonesia sendiri dipilih 3 kota besar, Surabaya-Jogja dan Jakarta. Karena 3 kota ini memiliki potensi yang sangat besar soal akses parawisata.

Dulu pada gelaran Canon Marathon 2012, PB berkesempatan menjadi salah satu panitia di Kota Surabaya. Waktu itu dapat mandat sebagai Agen Model , karena saat itu PB masih sangat aktif dengan dunia Fotografi sehingga mengenal beberapa model pro di Kota Surabaya ini. Hehehehe…. tapi itu dulu loooh,kawan!! 😀

Ini salah satu lampiran e-mailnya KFD

Buat kawan-kawan Blogger, mungkin ada yang mau mengasah seberapa kemampuan fotografinya? Boleh banget ikut acara ini, namun yang terpenting dalam perlombaan adalah kreatifitas diri dan keberuntungan yang mendominasi. Untuk info pendaftaran lebih jelas silahkan Klik >> CANON PHOTOMARATHON 2013 .

“Terimakasih, selamat berlomba”

Afrika Van Java, pasti ku kembali!! (part. 1)

Sesuai judul PB kemarin pas weekend berhasil kembali menginjakan kaki di tanah Afrika van Java. Sudah lama sebetulnya untuk keinginan ini, setelah dahulu sudah berhasil menaklukkan yang tertulis disini. Tepat acara Halal Bi Halal JatimOtoBlog di 1434H ini. Namun kali ini PB tidak seutuhnya touring, karena dari Surabaya ke Situbondo menggunakan kendaraan umum. Terpaksa, karena PB membawa asisten pribadi yang kalau di ajak naik motor terlalu jauh tidak kuat. Alhasil terpaksa jadi Bus mania, gitu dech…. 😀

Foto bersama all peserta, itu wajib kawan 😀

Berangkat pk.20.00wib dari Surabaya, menuju ke Hotel yang berada di area wisata Pantai Pasir Putih-Situbondo. Dimana di sana sudah berkumpul kawan-kawan blogger yang dari Malang, Gresik, Sidoarjo,dsb. Karena mereka berangkat sejak siang hari, sementara PB karena masih banyak urusan jadi menyusul malamnya. Tepat pk.01.00wib turun dari Bus, dan disambut oleh tuan rumah kang Karis.

Setelah sampai di Hotel SidoMuncul 2, PB salam-salaman sama kawan-kawan Blogger yang lain. Padahal mereka sudah terlelap, karena kecapek’an perjalanan jauh. Berhubung PB sebelumnya sudah nitip pesan ke Kang Ulid untuk mencarikan Hotel sendiri (Karena PB datengnya belakangan, so 2 kamar sudah di penuhi oleh kawan-kawan Blogger lainnya 😆) jadi PB harus pesan kamar Hotel sendiri. Berjarak ± 500meter dari penginapan SidoMuncul 2, akhirnya PB beristirahat karena dilanda ngantuk berat. Dengan di pinjemin si BlueMX (milik kang Fauzzy), karena dari Surabaya memang tidak bawa motor sendiri. Pk.02.00wib baru bisa tidur.

Pk.06.00wib bangun dari lelap tidur panjang, dan menyempatkan jalan-jalan kePantai. Karena ternyata di belakang kamar PB yang inapi semalam, sudah mepet sekali dengan pantai. Alhasil, tertarik untuk mencicipi jalan-jalan sebentar saja. Karena pk.07.00wib sudah di Calling sama Tuan Rumah untuk segera bergabung dengan blogger yang lain, karena pk.08.00wib akan melanjutkan ke Afrika Van Java. Mau tau lanjutannya tentang sulitnya medan yang ditaklukan, ikuti artikel berikutnya di Part. 2 😆 terimakasih… 😀

View Belakang Hotel, tempat PB menginap. :D

View Belakang Hotel, tempat PB menginap. 😀

NB:

Just info , siapa tahu ada yang ingin jalan-jalan kePasir putih dengan BUS. Infonyanya biaya sbb:

-. Bus Surabaya-Probolinggo (Patas) Rp.28.000,-/orang

-. Bus Probolinggo-Pasir Putih (Ekonomi, karena tidak ada Patas) Rp.15.000,-/orang

-. Hotel Rp.245.000,-/kamar kapasitas 2orang, untuk semalam.

*Fasilitas kamar hotel: TV 24″, kamar mandi air biasa, Bed besar single. View belakang langsung kePantai pasir putih.

Fasilitas kamar Hotel :mrgreen:

Fasilitas kamar Hotel :mrgreen:

KAWASAKI BJ250L, motor Retro KMI

KMI memang WOW soal motor sportnya, dia benar-benar percaya diri dengan kemampuannya yang ada. Sudah sejak lama, bahwasannya KMI lemah di urusan matic dan bebeknya. Bisa dibilang begitu, untuk kancah pangsa pasar Indonesia. KMI kalah dengan para kompetitor Duo Raksasa.

Sesuai dengan TPT yang terbaca sejak tgl.18-07-2013, KMI telah uji type dengan kode “KAWASAKI BJ250L”. Seperti terlihat dibawah ini, sebagai berikut:

Kode TPT KMI terbaru 😀

Seperti yang sudah dibahas oleh blogger-blogger besar, TMC & Pertamax7. KMI benar-benar mampu menyiasati celah pasar Indonesia, khususnya di Sport. Ketika Duo Raksasa gencar dengan Matic Retronya, dan di ikuti oleh pabrik “S”. Rupanya KMI tidak mau kalah dalam mewarnai varian retronya, namun di posisi Sport (Sesuai dengan keistimewaannya).

Itu hasilnya mbah Google :mrgreen:

Ini tentunya kabar segar buat para pecinta motor sport classic, apalagi yang sampai sekarang masih demen mainan sama Kawasaki Binter series. Tentunya ada penggemar sendiri, untuk calon motor KMI yang notabene retro sport / sport classic ini.

Hemsss….Unik ya, kalau ini beneran hadir mewarnai pasar R2 Indonesia. Seperti ibarat dikata, Binter is Back !! Kaya judul-judul film aja. Yuks kita tunggu saja, gimana kelanjutan dari KMI tentang kodep TPT ini. 😀

Yamaha Force telah Launching di Surabaya

Tepatnya kemarin, tgl.13-07-2013 yang bertempat di Hall Royal Plaza – Surabaya. Yamaha Force telah resmi launching untuk pertama kalinya di kota Surabaya, walau pada kenyataannya sudah telah lama launching di kota lainya. Sesuai dengan undangan kemarin, PB pun hadir dengan beberapa kawan dari JatimOtoBlog.

Acara dimulai sekitar ± pk. 15.15wib, dengan dibuka oleh beberapa petinggi Yamaha PT. STSJ yaitu : Ibu Ellen Tansil ( Vice President Director PT. STSJ ), Bpk. Dimas Hendro ( Sales General Manager PT.STSJ ), Bpk. Ilham Wahyudi ( Service General Manager PT.STSJ ), Bpk. William ( Manager Promotion PT.STSJ ). Diawali dengan product Knowledge oleh Bpk. Ilham Wahyudi selaku GM service PT. STSJ.

Para Petinggi Yamaha PT. STSJ – Jatim

Bebek Force sendiri merupakan bebek Yamaha yang yang disiapkan untuk kelas Low End. Namun bebek yang sudah mengaplikasikan teknologi injeksi untuk mesin pengabutnya ini terhitung sebagai bebek modern. Terlihat dari Body & stripingnya yang sudah menggambarkan teknologi tinggi, dengan grafisnya yang modern dan dinamis. Serta perubahan total pada mesinnya, yang telah mengaplikasikan forged piston. Seperti di para pendahulunya (Jupiter Z1), yang telah mengaplikasikan teknologi ini.

Tampilanya, Sporty banget…putih-putih 😀

FORCE sendiri merupakan nama pernah di pakai leluhurnya, yaitu Yamaha Force 1 series terdahulu. Yamaha telah sengaja memakai nama ini, karena ingin mengulang sejarah kesuksesan Force 1 dulu yang telah menjadi legendaris menguasai kancah balap era zaman 2tak. F (Fuel Injection) –  O (Oke untuk semua orang) – R (Ramping) – C (Cepat tarikannya) – E (Ekonomi) itulah dari kepanjangan Force sendiri.

Model persnelingnya ada perubahan sedikit (tameng untuk menahan sepatu/kaki nempel di Mesin)

Bebek yang memiliki tag line , lebih irit 21% dan bertenaga 12% dengan memiliki standart EURO 2 ini. Telah hadir dengan 2 series dan tujuh warna force, yaitu White Force (putih kombinasi biru), Red active(merah kombinasi hitam), dan White Shadow (Putih kombinasi hitam). Black Action (hitam), Red Spirit (merah), White Power (putih), Blue Energy (biru). Sangat lengkap untuk menjadi pilihan yang beraneka ragam keinginan.

Mesin head persis dengan Jupiter Z 1

Harga Yamaha Force untuk area Surabaya dan sekitarnya dipatok dengan harga Rp. 13.875.000,- . Dengan target penjualan di 7500 unit selama bulan Juli – Desember 2013 ini, merupakan angka yang lumayan besar untuk area Jawa Timur saja. Yang mau mudik atau lebaran dengan motor baru, ini Yamaha Force sepertinya sangat cocok karena tampilannya yang keren dan modern banget.

Kenapa Surabaya harus selalu tertinggal ??

Surabaya merupaka kota Ibukota propinsi Jawa Timur, dan sering mendapat julukan kota terbesar nomor 2 setelah Jakarta Raya. Dengan predikat seperti itu, harusnya segala sesuatunya tidak boleh lelet soal update barang otomotif maupun elektronik serta lainnya. Namun kenyataan telah berkata lain, dan PB sebagai penghuni kota Surabaya yang HOT ini selalu menerima apa adanya.

Contohnya saja, beberapa hari yang lalu PB mau mencari HP android yang yang terkenal murah namun kapasitasnya patut untuk di lirik dan dipinang#IMHO. HP ini lahir digawangi oleh Smartfren dengan bundling Hisense, dengan menamai Andromax-C . Smartphone dengan banderol hanya Rp.649.000,-(di Situs resminya), namun teryata barang tidak ada. Serta CSnya bilang, belum tahu pasti sampai kapan barang itu akan ada di kota Surabaya. Nah looo, ini Kota Surabaya kawan…please dech!!(lebay dikit).

Speknya + harga yang sangat WOW 😀

Begitu juga dengan kancah dunia otomotif, juga tidak ikut ketinggalan. Sebut saja contoh, Yamaha FORCE di daerah lain kan sudah pada launching. Kenapa juga belum ada kabar kapan akan mendarat di Kota Surabaya? Padahal kalau di daerah lain, sudah barang biasa(bukan barang baru). Surabaya termasuk kota loh, bukan daerah terpencil. Kalau daerah terpencil, mungkin masih wajar lah.

Pict From Situs Resminya http://www.yamaha-motor.co.id/force/

Contoh lagi, waktu PB mampir ke gelaran PRJ tempoe hari . Tanya-tanya soal P 200 NS yang lagi gempar dibahas saat itu, kebetulan PB sempat bertanya kepada salah satu CS/Sales di stan Kawasaki. Kapan produk ini mendarat di Kota Surabaya, jawabnya langsung “Wah, masih lama mas. Sekitar 2 bulan-3bulanan” dengan alasan barang ini memang belum ready 100%. Karena di JKT sendiri baru 1bulanan mendapatkan Unit itu, kalau begitu harap maklum.

Detail P 200 NS 😀

Nah itu contoh-contoh kecil, dan masih banyak lagi sepertinya soal barang-barang elektronik yang lain, seperti produk Camera, HP & gadged lainnya. Mungkin ada kawan yang mengerti alasanya, kenapa kok bisa begitu? Padahal bisa dibilang, Surabaya adalah kota metropolitan juga. Tapi menurut PB, sebagai penghuninya merasa kok masih sangat jauh ketinggalan begitu. Monggo opini masing-masing kawan semua… 😀