Blog Archives

Canon serie Ixus & serie PowerShoot, bedanya apa ??

Kali ini masih tetap sehubungan dengan adanya PM yang masuk lewat WhatsApp PB, masih sama juga datang dari kawan sesama blogger juga. Namun saat ini beliaunya tidak membahas soal DSLR kaya tempoe hari, karena memang lebih suka dengan kamera yang lebih simple. Yaitu PB dimintai soal masukan tentang kamera pocket yang ber-merk Canon, tau aja kalau PB Canonian 😉 . Pertanyaannya adalah sehubungan kamera pocket dari Canon, yang serie Ixus & serie PowerShoot. Apa saja perbedaan dari kedua serie ini, dan bagusan mana??

-Baca Selanjutnya Kawan->

Lensa zoom+tele vs Lensa Sapu jagad, pilih mana??

Kemarin ada PM masuk lagi by WhatsApp PB, dimana seorang kawan sesama blogger juga(enggan disebut namanya). Sedikit meminta masukan dari PB soal kegalaoanya dalam memilih lensa, sebetulnya beliaunya sudah memiliki beberapa lensa dasar yang memang sudah masuk dalam kategori lengkap. Sudah punya lensa Canon 18-55mm(kit), Canon 50mm f.1,8(fix), Tamron 75-300mm(tele). Sebetulnya ke 3 lensa itu sudah masuk dalam kategori lengkap dasar, yang artinya sudah memenuhi standart awal untuk menekuni dunia fotografi. Namun beliaunya ingin sedikit UpGrade gearnya, tentu saja itu memang sudah wajar. Nah dibawah ini pertanyaanya,kawan!! 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Red eye di Kamera Canon 1100D kok gak bisa nyala kaya Nikon??

PB baru saja dapat pertanyaan dari group WhatsApp JatimOtoBlog, yang isinya pertanyaan kurang lebih sama dengan judul artikel ini. Yaitu “Red Eye di Kamera Canon 1100D kok gak bisa nyala, gimana cara settingnya biar nyala terus??” . Semoga penjelasan  PB kali ini juga bisa bermanfaat bagi yang lain, kalau sudah senior mohon tambahkan kelengkapannya jika penjelasan PB kurang lengkap. Yukss, mari berdiskusi sejenak 😉

-baca Selanjutnya Kawan->

Canon EOS 70D, engkau sangat menggilitik hatiku!!

Rasanya bersalah juga, bila PB tak membahas tentang produk Canon. Pasalnya PB mengaku kalau FBC(fans boy Canon), tapi malah diblognya jarang sekali mengulas soal Canon. Ya sudah daripada nggak ada artikel, mendingan bikin artikel yang sedikit mengarah ke Curcol. Kemarin jalan-jalan di pusat-pusat perbelanjaan electronic di Kota Surabaya, tanpa sengaja beberapa kali ada yang mangalihkan duniaku#eeaaa…(Tapi bukan SPG_nya loch)!! Yaitu Canon EOS 70D, sebenarnya camera ini sudah beberapa tempoe lalu launching di Indonesia. Namun hingga artikel ini muncul, masih belum pernah PB mengetest Canon EOS 70D secara langsung. Sebetulnya sudah sejak lama(sejak belum muncul di Indonesia), PB sudah menaksir barang ini. Yuks..simak kehebatanya dibawah ini, hasil dari sumber : www. canon-asia.com :

-Baca Selanjutnya Kawan->

Plug in PhotoShop Noisware, bikin photomu jadi sehalus sutra!!

Ngomongis soal photoshop pastilah sudah tidak asing lagi, lah wong emang software utama saat kita mainan photo. Ngomongin soal editing photo, PB paling tidak suka dengan sesuatu yang menggunakan hal ribet-ribet. Maunya yang instant dan cepat, yang penting hasil jadi bisa bagus 😉 . Makanya selalu mencari cara buat agar cepat menghasilkan, maklum saja kalau pas kena Jobs Editing yang banyak gitu selalu saja butuh waktu cepat.  Biar tidak mengecewakan klien, so buat yang sudah PRO abaikan saja cara ini. Ini berbagi ilmu buat yang newbie kaya PB, atau baru menggeluti dunia editing 😉 . Cekidot penampakannya 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Benarkah Shutter Count Kamera DSLR hanya mampu 100.000 – 150.000 klik saja??

Sudah menyebar dan memang betul adanya, jika kamera DSLR itu tergantung sama shutter count. Apalagi kalau saat kita membeli kamera DSLR 2nd(bekas), pastilah was-was soal keadaan sudah berapa banyak shutter count kamera yang mau dibeli itu. Selama ini sudah menjadi sebuah mitos, jika kamera DSLR hanya memiliki 100.000klik saja(untuk kelas low entry) sedangkan 150.000klik(untuk kamera midle – highend entry level). Tepatkah patokan itu semua?? Yuks..mari diskusi dibawah ini 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Ketika para FB bertemu di dunia maya ;)

Dalam dunia blogosphere sudah terlalu mainstream yang namanya para FB(FansBoy), dan ketika bertemu dalam komentar selalu saja menimbulkan perdebatan yang seru. Yang terkadang juga bisa menimbulkan istilah blognya kebakaran, namun kali ini PB membahas para FB yang bukan dalam dunia otomotif. Melainkan dunia Fotografi, kalau di dunia R2 sering kali yang berdebatan sengit adalah para FB Honda & FB Yamaha. Kalau dalam dunia fotografi, yang sengit adalah FB Canon & FB Nikon. Contohnya kecil, lihat screenshoot dibawah ini 😉

-Baca Selanjutya Kawan->

Tips membeli Kamera DSLR 2nd

Dari artikel sebelumnya, banyak beberapa masukan lewat komentar atau e-mail yang tanya soal cara memilih kamera DSLR 2nd(bekas). Baru hari ini sempat PB buatkan artikel, maklum lagi banyak urusan. So sering kali tidak mengurus blog, balas komentar saja lambat. Apalagi blogwalking, mohon maaf masih sangat terbatas untuk beberapa hari belakangan ini. Intinya tak serajin dahulu lagi, hehehe… Yukss, mulai bahas apa saja yang perlu di perhatikan ketika membeli kamera DSLR 2nd?? Silahkan disimak berikut ini :

-Baca Selanjutnya Kawan->

Kenapa Kamera DSLR, kok tidak Kamera Mirroless??

Kemarin ketika PB membahas tentang artikel kamera low entry(artikel disini), ada beberapa pertanyaan yang mampir di kolom komentar sesuai dengan judul artikel ini. Okey, melalui artikel sederhana ini maka PB akan sedikit membeberkan bebarapa opini pribadi. Kenapa kok tidak memilih kamera Mirroless, padahal lebih simple,dsb. Kalau perbedaan dan penjelasan daripada kamera DSLR & Kamera Mirroless sudah sangat sering dibahas oleh blogosphere, maka PB akan bahas kesimpulan saja. Yukss, diskusi… 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Kamera DSLR entry level worth it untuk pertama belajar

Masih ada sambungan dari kemarin (artikel disini), membahas tentang sebuah kamera yang cocok untuk pertama kali belajar. Atau biasa dibilang pertama naik level, dari kamera pocket/prosumer,dsb. untuk beralih ke kamera DSLR(Digital Single Lens Reflex). Dalam artikel kemarin dijelaskan cara memilih yang cocok untuk menentukan arah tujuan, kemana harus memutuskan. Kali ini PB sedikit memberi sebuah gambaran merk, namun bukan berarti promosi atau sebagainya!! 

-Baca Selanjutnya Kawan->

Tips memilih Kamera DSLR untuk pertama kali belajar

Mencoba berbagi soal camera lagi, sudah lama tak membahas fotografi. Kelamaan mainan di bidang Otomotif R2 Indonesia, yang tak pernah ada habisnya untuk dibahas tiap hari. Baiklah, kemarin siang PB mendapat SMS dari Mas Widi-Ngawi(silent rider di blog mini PB). Yang meminta masukan dari PB, soal pembelian kamera DSLR untuk belajar pertama kali. Maka dari itu PB buatkan artikel ini, kali saja nanti juga ada yang membutuhkan. Semoga bisa membantu melalui artikel ini 😉

Read the rest of this entry

3 kunci penting dalam memotret

Kali ini share opini pribadi dari PB tentang fotografi, buat yang sudah senior. Abaikan saja hal ini, namun PB ingin berbagi buat yang lagi getol belajar fotografi seperti PB(a.k.a. masih NewBie). Baiklah tanpa panjang lebar basa-basinya, karena waktunya sudah malam. PB terasa ngantuk juga, hehehe 😀

3 Kunci dalam memotret untuk menghasilkan photo yang bisa bercerita menurut PB adalah sebagai berikut:

Moment (Waktu/Saat/Timing), dalam dunia fotografi timing atau saat yang tepat untuk memotret itu sangat perlu dan penting. Semisalnya memotret landscape / city scape, biasanya saat yang tepat adalah ketika malam hari / siang hari. Kalau ingin menonjolkan langit, so ambil saat yang tepat waktu siang(langit biru) atau bisa juga saat Sun Rise & SunSet. Namun kalau ingin buat cahaya-cahaya kota lebih dramastis, tentu saja dengan mengambil saat malam. Dengan mengabaikan cahaya langit, karena ingin menonjolkan kerlap-kerlipnya cahaya lampu kota,mobil,motor,dsb.

Pencahayaan, dalam memotret sudah pasti wajib dalam memperhatikan yang disebut pencahayaan. Harus pandai-pandai untuk memanfaatkan cahaya yang ada, itu kalau pas lagi ada di OutDoor/Indoor kecuali di Studio(kalau studio, dengan dukungan berbagai system pencahayaan sudah pasti bisa di atur sesuai kehendak). Jadi kalau ngomongin pencahayaan, harus inget settingan ISO, Buka’an(f), dan Speed. Lalu perhatikan datangnya cahaya yang kuat dari mana, ketika jatuh mengenai obyek yang mau dipotret.

Angle (sudut pandang), dalam menentukan sudut pandang sudah pasti di ikuti yang namanya POI(Point of Interest) obyek mana, yang akan menjadi focus bidik’an memotret kita. Hal ini sangat penting, untuk membuat photo lebih bercerita. Untuk Angle sendiri dibedakan menjadi 3 dasar yaitu: Low Angle, High Angle, dan lurus dengan mata. Dimana kalau Low Angle(teknik pengambilan sudut dari bawah obyek), biasanya untuk menonjolkan kemegahan atau kesan yang tinggi. Sedangkan High Angle (teknik pengambilan sudut dari atas obyek) biasanya digunakan untuk menampilkan sebuah view yang luas, namun jika untuk memotret manusia jadi manusianya terkesan kerdil. Lalu Sudut lurus dengan mata(kamera), sudut pengambilan ini lebih menonjolkan keaslian obyek, misal saja dipakai untuk memotret Close-Up manusia/model.

Itulah beberapa opini pribadi PB, ketika sedang belajar dalam memotret. Kalau ada yang mau nambahin pengalamannya, silahkan di share dalam komentar di bawah ini. Semoga setiap artikel PB tentang fotografi, bisa menjadikan ajang tukar pengetahuan. Karena PB juga selamanya masih belajar, tak ada photo yang sempurna kecuali hanya rekayasa semata… heheh 😀

BONUS!!!

Bukan cabe-cabean :mrgreen: 😆 .

Lensa Super Sapu jagad

Sudah hampir 2 hari absen bikin artikel, karena sibuk urusan keluar kota. Pas hari ini baru sempat kembali ke kota, dan buka-buka e-mail mendapat info Up Date Artikel dari belfot.com. Yup, sebuah artikel menginfokan bahwasanya ada kabar fresh dari dunia lensa. Kali ini datang dari merk TAMRON, merk ini sangat terkenal di kalangan photography. Bahwasanya lensa ini sangat dicari buat yang berkantong cekak seperti PB, produknya selalu 11-12 dengan lensa asli merk camera(bawa’an camera Canon, Nikon,Sony,dsb). Kali ini Tamron mengeluarkan produknya yang berkemampuan “Super Sapu Jagad” menurut PB pribadi, gimana tidak super?? Tamron 16-300mm f3.5-6.3 DI II VC PZD Macro, memiliki kemampuan yang lumayan Wide dari Lensa kit dan juga memiliki super zoom pula.

Tamron 16-300mm f3.5-6.3 DI II VC PZD Macro ::Photo from; http://www.belfot.com ::

Berikut spesifikasi Tamron 16-300mm f3.5-6.3 DI II VC PZD Macro:

  • Panjang focal: 16–300mm

  • Aperture maks: F/3.5–6.3

  • Aperture min: F22–40

  • Cakupan sudut pandang: 82°12’ – 5°20’ (untuk kamera APS-C)

  • Konstruksi lensa: 16 elemen dalam 12 group

  • Minimum Focus Distance: 15.3 in (0.39m)

  • Rasio perbesaran maksimum: 1:2.9 (at f=300mm: MFD 15.3 in)

  • Ukuran filter: Ø67mm

  • Diameter maksimum: Ø75mm

  • Panjang: 99.5mm

  • Berat: 540g

  • Bilah diafragma: 7 (circular diaphragm)

  • Compatible Mounts: Canon EF-S, Nikon F (DX) dan Sony E

Gimana para penyuka photography, ada yang tertarik untuk membeli?? PB mau test ride dong, kalau ada yang beli. Biasanya kudu membawa beberapa lensa untuk melalukan photography, namun dengan lensa ini PB yakin cukup satu saja sudah bisa melakukan semua teknik photography dengan sempurna. Semoga saja harganya nantinya kalau sudah masuk Indonesia tidak mahal-mahal amat, jadi bisa terjangkau 😀 😆 :mrgreen:

Ketika FBC & FBN bersatu, duniapun memanas!!

Woles dulu kawan, ini artikel ringan. Waktu buka-buka file photo yg diHH tiba-tiba ketemu photo dibawah ini :

image

Photo diAtas sudah pasti kelihatan jelas kalau backgroundnya adalah salah satu icon of Afrika van Java. Alias TN. Baluran yg berada diujung pulau Jawa sisi timur.

Kalau di dunia maya duo orang diatas terkenal dg FBY & FBN. Hahaha…tapi ketika ketemu di dunia nyata sejujurnya ya temen akur. Itu FBC malah justru pegang camera Nikon. Hhahahahaa…

Ctt:
-. FBN: Baju kuning (Fans Berat Nikon)

-. FBC : Baju Biru (Fans Berat Canon).

Posted from WordPress for Android