Blog Archives

Unboxing Action Camera 8Ten 5MP silver edition, lumayan untuk kebutuhan ngBlog & Jalan-jalan!!

Kemarin hari sudah sampai sebetulnya soal kamera ini, namun masih shock karena gonjang-ganjing tentang badai tsunami wordads. So baru hari ini kembali lagi menulis, meskipun bukan pure blogger $ namun kan lumayan cukup bisa untuk membayar domain setiap tahun, namun karena ada kesalahan yang hingga kini masih belum tahu pasti arahnya dimana. So mencoba menulis lagi dengan tanpa wordads, xixixi….(malah curcol) 😦

-Baca Selanjutnya Kawan->

Tips memotret panorama, ketika jalan-jalan touring melintasi indahnya Alam

Kemarin mendapat sebuah request sekaligus pertanyaan dari kawan pembaca blog PB, yang isinya dia ingin mengabadikan semua perjalananya ketika jalan-jalan atau touring menikmati indahnya alam semesta raya. Dengan nyaman dan bisa bagus, yang didalam photo itu juga bisa ada dirinya. Tentu saja memang dalam mengabadikan sebuah perjalanan, pastinya kita juga ingin terlihat masuk dalam photo panorama itu. Biar tidak dikatakan hoaxs, so dari itu perlu alat yang sederhana untuk membantu memotret diri sendiri tanpa minta bantuan orang lain. Meskipun semua gadget, ataupun kamera DSLR bisa di kasih timer. So kita lari tinggal pasang gaya didepan kamera, namun terkadang itu tidak efisiensi waktu dan tenaga. Inilah tips sederhana, biar bisa pasang gaya sesuai hati dengan bantuan alat sederhana.

-Baca Selanjutnya Kawan->

Kamera HH Samsung Galaxy V melawan Sony Xperia C , kupas tuntas!!

Kebetulan kemarin artikel soal “Unboxing Samsung galaxy V” sudah meluncur tempoe hari, kini saatnya apa saja yang istimewa dari kemampuan Samsung Galaxy V. PB coba mengulas dari segi kamera Samsung Galaxy V, dimana yang dalam iklanya konon katanya gajah aja sampai mampu diajak selfie. Seperti biasa PB akan mengadu kamera Samsung Galaxy V ini dengan Sony Xperia C, memang bukan lawan yang sepadan. Tapi ada lebih baiknya simak penuturan PB melalui hasil gambar dibawah ini, biarlah photo yang berbicara 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Test Kamera Pocket BRICA LST all conditions

Masih penasaran dengan Kamera pocket yang kemarin PB baru beli (artikel disini), yaitu kamera pocket yang sangat low entry level. Kebetulan waktu ada undangan di MHDS tempoe hari, itu merupakan penggunakan pertama kali PB secara keseluruhan. Yang dalam arti baru kali itu PB gunakan untuk memotret beberapa puluh klik, karena dari pembelian cuma dicoba untuk memotret beberapa kali lalu masuk drybox lagi. Yuks…, silahkan diperhatikan beberapa photo-photo dibawah ini serta ada videonya juga untuk hasil dari BRICA LST.

-Baca Selanjutnya Kawan->

Lensa zoom+tele vs Lensa Sapu jagad, pilih mana??

Kemarin ada PM masuk lagi by WhatsApp PB, dimana seorang kawan sesama blogger juga(enggan disebut namanya). Sedikit meminta masukan dari PB soal kegalaoanya dalam memilih lensa, sebetulnya beliaunya sudah memiliki beberapa lensa dasar yang memang sudah masuk dalam kategori lengkap. Sudah punya lensa Canon 18-55mm(kit), Canon 50mm f.1,8(fix), Tamron 75-300mm(tele). Sebetulnya ke 3 lensa itu sudah masuk dalam kategori lengkap dasar, yang artinya sudah memenuhi standart awal untuk menekuni dunia fotografi. Namun beliaunya ingin sedikit UpGrade gearnya, tentu saja itu memang sudah wajar. Nah dibawah ini pertanyaanya,kawan!! 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Compare Kamera Sony Xperia C vs EverCoss A7T #Anti mainstream!!

Biasanya kalau compare barang itu, biasanya sekelas atau selevel. Nah karena PB anti mainstream, jadilah  artikel yang agak nyeleneh ini. Compare barang yang bisa dibilang memang jauh levelnya, atau jauh banget kelasnya. Hehehe…. Yach, namanya juga memberi informasi itu kan beragam caranya. Selama ini seringnya kan yang selevel, kali ini Sony Xperia C vs EverCoss A7T. Dari segi harga saja, sudah terpaut sangat jauh. Apalagi dari sisi spesifikasi, sudah pasti juga jauh banget. Tapi ya, kita lihat dulu siapa tahu ada sesuatu yang menarik. Hehehe…. 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Memotret Ladscape dengan Kamera sederhana, menggunakan EverCoss A7T

Kamera HH android EverCoss A7T milik PB ini sebetulnya pernah di ulas disini, namun kali ini akan membahas tentang kameranya saja ketika digunakan pada siang hari. So bisa dibilang lebih cenderung mengeksplore kamera HH android EverCoss A7T, ketika di gunakan dalam suplay cahaya yang lebih / cukup. Ternyata hasilnya tidak terlalu jelek, bisa dibilang sangat cukuplah dengan harga cuma Rp.715.000,- saja. Silahkan di lihat hasilnya dibawah ini 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Benarkah Shutter Count Kamera DSLR hanya mampu 100.000 – 150.000 klik saja??

Sudah menyebar dan memang betul adanya, jika kamera DSLR itu tergantung sama shutter count. Apalagi kalau saat kita membeli kamera DSLR 2nd(bekas), pastilah was-was soal keadaan sudah berapa banyak shutter count kamera yang mau dibeli itu. Selama ini sudah menjadi sebuah mitos, jika kamera DSLR hanya memiliki 100.000klik saja(untuk kelas low entry) sedangkan 150.000klik(untuk kamera midle – highend entry level). Tepatkah patokan itu semua?? Yuks..mari diskusi dibawah ini 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Ketika para FB bertemu di dunia maya ;)

Dalam dunia blogosphere sudah terlalu mainstream yang namanya para FB(FansBoy), dan ketika bertemu dalam komentar selalu saja menimbulkan perdebatan yang seru. Yang terkadang juga bisa menimbulkan istilah blognya kebakaran, namun kali ini PB membahas para FB yang bukan dalam dunia otomotif. Melainkan dunia Fotografi, kalau di dunia R2 sering kali yang berdebatan sengit adalah para FB Honda & FB Yamaha. Kalau dalam dunia fotografi, yang sengit adalah FB Canon & FB Nikon. Contohnya kecil, lihat screenshoot dibawah ini 😉

-Baca Selanjutya Kawan->

Fungsi dan Kegunaan Tripod untuk Kamera

Sudah pada kenal dong tentunya yang namanya tripod, dan sudah tentu bukan lagi hal yang asing lagi buat kawan semua. Bagi yang masih awam ataupun sudah profesional, tentunya sudah bukan barang asing untuk sebuah tripod kamera. Kali ini PB akan mengajak sedikit mengenal fungsi dan kegunaan dari tripod itu sediri, selama ini pastinya tripod adalah barang untuk kaki-kaki menaruh kamera biar bisa berdiri sendiri dan tidak goyang. Itu argumen betul juga sebenarnya, kali ini PB akan sedikit mengurai menurut pandangan PB dan kapan harus di gunakannya.

Tripod berguna untuk meningkatkan ketajaman dari sebuah hasil photo, karena dengan tripod kita bisa menseeting ISO rendah.

Tripod berguna bagi kita yang suka memotret landscape, dengan memakai tripod kita mampu mencapai angel yang sulit.

Tripod juga wajib digunakan saat kita melakukan pemotretan SS(Slow Speed) atau LE(Ladies Escort Long Exposure), sudah pasti kalau kita sedang melakukan metode ini tidak mampu menahan camera agar tidak goyang dalam tempoe beberapa detik.

Tripod terkadang juga berguna untuk menaruh flash eksternal agar mencapai pencahayaan yang maksimal sesuai dengan kehendak sang juru kamera, bisa dikatakan sebagai pengganti lighstand.

Tripod sangat berguna disaat kita melakukan foto bareng, dan sang juru kamera juga ingin ikut dalam pemotretan tersebut. Bisa mensetting dengan timer ataupun menggunakan remote shuter. (Asal jangan “Duck Face” yaa . . . . :mrgreen: )

Tripod dibutuhkan saat kita memotret photo dokumentasi dimana sangat di perlukan titik yang sama dalam berulang-ulang, semisal waktu pemotretan untuk photo KTP, KTA, dsb.

Tripod mendukung saat kita sedang kelelahan dalam memotret, karena kamera DSLR itu rata-rata bobotnya lumayan berat. Apalagi kalau sudah menggunakan lensa tele yang sampai 300mm keatas, dijamin dalam 10x klik saja tangan kawan semua pada pegel-pegel 😆

Penggunaan Tripod 😀

Semoga artikel ini dapat menginspirasi kawan semua, dimana saat tepat menggunakan dan membawa Tripod Kamera. Tentu saja untuk mengurangi beban yang ada, ketika kita sedang melakukan pemotretan. Jadi perjalanan dalam memotret lebih enjoy dan menyenangkan, sehingga bisa menimbulkan IDE yang fresh dan unik. Masa’ mau memotret masa ketika unjuk rasa(Demonstran) menggunakan tripod?? Kan gak lucu juga, keburu kena lemparan batu(kaya inspirasi Fotografer Perang iklan di Tipi) :mrgreen:

Mengenal flash diffuser

Dalam dunia photography, sangat banyak alat-alat untuk mendukung pemotretan. Selain lensa dan camera itu sendiri, tentunya tujuannya untuk membuat hasil photo yang lebih maksimal dan mempunyai nilai seni tinggi. Kali ini PB akan sedikit menguraikan tentang seputaran flash, sudah pada tahu tentunya apa itu flash kamera. Namun bukan soal flash intinya, tapi tentang accesories yang biasa menempel pada accesories flash. Yaitu “flash diffuser” dimana alat ini gunanya utama adalah untuk mengurangi pantulan cahaya dari flash yang kuat ketika mengenai obyek, yang biasanya terlihat mengkilap. Maka dengan menggunakan “flash diffuser” ini cahaya bisa lebih merata dan lembut, ketika mengenai obyek yang di potret. Banyak banget, berbagai macam jenis flash diffuser . Contohnya sebagai berikut:

“Flash Diffuser” untuk flash ekstenal (Sumber: Google)

Contoh gambar diatas, digunakan pada ujung flash eksternal. Jadi tida bisa digunakan di flash kamera internal, kecuali harus di akali dengan berbagai cara. Namun tentu saja hasilnya tidak bisa sempurna :mrgreen:

“Flash Diffuser” Untuk flash internal Kamera (Sumber: Google)

Contoh gambar diatas: Baru yang contoh ini, memang difungsikan untuk internal flash kamera. Namun tentu saja, untuk camera yang berjenis : DSLR, Prosumer, Mirrosless,dsb. Karena untuk memasangnya butuh tempat dudukan untuk pegangannya.

Contoh di atas semua itu adalah “Flash Diffuser” yang dimana dapat dibeli secara langsung di toko yang berjualan accesories kamera. Namun kalau saja kita lebih kreatif, dapat memaksimalkan benda-benda di sekitar kita. Contoh saja bisa dibuat dengan kertas, atau barang bekas yang lainnya. Contohnya sebagai berikut, Flash Diffuser buatan sendiri :

Sumber : flickr.com/photos/christian-dl/

Tidak selamanya harus beli, kawan. Jadi dengan contoh gambar diatas ini, itu kan menggunakan kertas yang ada. Hanya dengan menuntut kreatifitas tinggi, bisa menghasilkan sesuatu barang yang maksimal. Semoga bisa menginspirasi kawan semua, yang lagi menggemari dunia photography seperti saya. Terimakasih  😀