Blog Archives

Unboxing Tombsis & Tongsis 30rebuan, mayan buat narsis!!

Baru jam segini PB sempat Update artikel, maklum kemarin seharian jalan-jalan di kota Malang. Yang dulu pernah mendapat kategori kota berhawa dingin, namun sekarang sepertinya predikat itu tak lagi ada. Yang cocok sepertinya menjadi kotanya anak kuliahan saja, pasalnya padat banget sama anak kuliahan. Bahkan konon katanya kalau pas jam-jam tertentu, macetnya mirip ibu kota JKT. Ya kemarin memang PB hampir seharian keliling dikota Malang, sejak siang hingga malam baru balik keSBY. Tentunya tak sendirian, a.k.a. ditemani Juragan http://www.nyobamoto.com yang memang hafal banget seluruh pelosok kota Malang. Demi untuk berburu barang dibawah ini, silahkan dinikmati..hehehehee 😀

Read the rest of this entry

Jalur MLG-SBY lumpuh total selama 12jam, ternyata ada jahe 25ton terguling!!

Kemarin kebetulan PB harus melakukan perjalanan ke Malang selatan, dimana padahal sejak pagi sudah heboh soalnya macetnya di jalur utama MLG-SBY. Hingga mengakibatkan macet total yang bisa dibilang memecahkan rekor ketika macetnya saat lebaran tiba, karena sakin hebatnya macet yang ditimbulkan oleh kejadian ini. Kebetulan PB tidak terjebak sejak pagi, karena PB berangkat dari Surabaya sudah pk.16.00wib, namun tetap saja masih merasakan macetnya saat itu mulai dari Kebun Raya Porwodadi – MLG. Ternyata ini penyebabnya,kawan!! 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Bakso depan PG Kebon Agung – MLG

Biasa kalau hasil mblakarak, pasti yang dicari tempat makan baru. Namanya juga mumpung tak lagi puasa, so perjalanan dinikmati dengan mencari tempat baru kuliner 😆 (Padahal meskipun puasa, kalau riding malam juga kuliner yang dicari) 🙄 Semalam PB baru pulang jalan-jalan dari luar kota, seperti biasa masih area Jawa Timur bagian selatan. Nggak tahu juga, ladang penghasilannya masih begini. Sering wara-wiri keluar kota, ya dinikmati saja meskipun capek :mrgreen:

-Baca Selanjutnya Kawan->

Sensasi dimintai bonceng pocong

Hehehee, sekali-kali cerita agak mistis sedikit. Permisi para senior, cuma share pengalaman pribadi saja. Tepatnya kemarin, pas Sabtu. tgl.16-11-2013, dalam perjalanan ke Malang. Waktu itu memang PB sudah malam berangkat dari Sidoarjo, sekitar pk.20.00wib. So hingga sampai di daerah Malang perbatasan Blitar(Route jalan kembar – Selorejo) sudah malam. Sekitar pk.23.00wib sampai jalan itu, memang jalanan ini terkenal sepi dan lumayan gelap.

Pertama yang PB rasakan hanyalah rasa sedikit berbeda dari biasanya saja, tidak begitu aneh dan janggal. PB pikir itu efek kabut yang tebal menyelimuti perjalanan waktu itu, mungkin karena efek dari hujan pada sorenya hari. Kabut lumayan tebal, dan selama ini belum pernah mengalami hal semacam itu. Untungnya PB tidak memiliki kemampuan melihat makhluk halus seperti itu, jadi selama perjalan aman. Jujur saja waktu itu hanya saja, mesin motor terasa berat (menderu-deru/semacam membawa muatan berat). PB pikir itu hanya saja efek dari jalan yang memang sedikit menanjak konturnya, jadi ya PB cuekin saja. Setelah sampai rumah teman(yang di tuju), beliaunya langsung menembak dengan kata ” Lah, sampean tadi mbonceng pocong loch“. Tapi katanya sudah turun, so aman. Teman PB ini memang bisa di bilang orang yang memiliki kelebihan(indera ke enam). 😀

Comot dari Google (http://misterirumputtetangga.blogspot.com/) hanya ilustrasi saja :mrgreen:

Itulah secuil dari cerita mistis ketika touring sendiri, padahal PB ini sering blakrak’an malam hari sendirian. Namun karena ada peryataan begitu, jujur saja jadi ngeri juga(langsung disco merinding, bulu kudu). Ini hanya share pengalama saja, entah betul atau tidaknya hanya Allah SWT yang tahu. Intinya kalau buat kawan yang lagi doyan perjalanan malam, kalau bisa jangan membawa sesuatu yang berbau amis/anyir. Ada kemungkinana, itu kesuka’an makhluk halus. Kemarin kebetulan PB bawa ikan asin 3kg + 4 kg ikan bandeng seger, dan sudah tentu baunya amis sangat kuat sekali sepanjang jalan. Hehehee, seruuu tapi ngeri juga :mrgreen:

Sun Rise, ternyata masih memukau!!

Kemarin hari, waktu PB melakukan perjalanan ke luar kota. Untuk keperluan jobs, dan selesai juga tepat pas dini hari. Alhasil, PB tetap harus balik ke Kota dengan keadaan lelah dan ngantuk berat. Namun alhamdulillah, tetap sampai dengan selamat sampai di kota Surabaya. Tentunya dengan tidak terlalu memforsir keadaan, dan tidak boleh lupa tetap dengan berkendara secara safety.

Begitu memukau, hemsss…. ingin rasanya mengulangi lagi 😀

Karena memang Route Blitar – Surabaya (tapi tidak lagi pulang kampoeng), so waktu balik ke Surabaya route tercepat adalah melewati kawasan Wisata Bendungan Karang Kates – Malang. Waktu itu melewati area itu tepat ±pk.04.30wib, dengan jam segitu tentunya suasana masih pagi sekali. Tidak menyangka dan mengira, jikalau pemandangan yang akan PB lalui begitu menakjubkan seperti ini. Hemsss, begitu indah nan memukau sekali bagi diri pribadi PB 😳

Ufuk cakrawala membiru, dan sejuk sekali ketika tersentuh oleh kabut embun pagi 😀

Dengan takjuk PB segera mengeluarkan senjata andalan, yaitu sebuah camera. Sayangnya memang tidak ada persiapan untuk sedang mengejar matahari pagi, jadi camera yang terpakai se adanya saja. Sebuah camera HP yang melekat di tas selalu, ketika PB sedang perjalanan. Hanya dengan kemampuan 3mpx, tidak bisa mengeksplore lebih jauh. Apalagi melakukan teknik SS, seperti biasanya.

Semoga bisa menggambarkan begitu indahnya waktu itu, walau hasil photo di atas tidak begitu indah dan dramatis. Kalau untuk kawan yang memang sering / pernah melalui route Malang – Blitar (sebaliknya). Pastinya tidak akan asing dengan tempat ini, cuma yang PB tidak sempat berpikir ternyata area ini memiliki keindahan saat pagi hari. Hemsss…. semoga suatu saat nanti bisa mengulangi hal ini, namun dengan camera DSLR dong tentuya 😆

Bakso Tenes Malang

Kemarin PB beberapa hari ini lagi sibuk, ada beberapa urusan keluar kota. Namanya keluar kota, ya pastinya masuk desa 😀 !! Kebetulan ada urusan sedikit di pesisir pantai selatan bagian pulau Jawa Sisi timur. Makanya beberapa hari vacum, nggak ada artikel. Jadi gagal dech, semboyannya “One Day, One Article” hehehe !!

Jalan-jalan sama siMerah itu loch (Bukan yang belakang 😆 :mrgreen: )

Karena pulang keSurabaya sudah agak malam, dan seharian belum makan nasi, hanya ngemil saja. Alhasil perut keroncongan sampai di perbatasan mulai masuk kota Malang, tepatnya di daerah Pabrik Gula – Kebon Agung. Kurang paham di jalan apa, yang jelas sebelum masuk daerah Pabrik Gula Kebon Agung – Malang. Mampirlah si PB ke Warung Bakso, yang berada di sebelah timur jalan. Karena ketertarikan sama dengan namanya, “Bakso Tenes” wah, pastinya pentolnya sebesar bola tenis#pikiran si PB. Tanpa pikir panjang, si kuda besi dibelokan ketimur jalan. Setelah sampai, PB pesan seporsi Bakso tenes tersebut.

Ternyata Bola tenisnya pecah,kawan!!! 😳

Ternyata Pentol tenes yang dibayangkan PB awal tadi salah besar, karena pada kenyataannya ternyata pentolnya berbentuk bunga (merekah). Hehehe, Bola tenisnya meledak kali ya??? 😆 Untuk rasa, lumayan pas juga. Tidak terlalu asin, ataupun juga hambar. Untuk seporsinya di banderol Rp.8000,-/porsi (Sesuai photo terlampir). Serta minumannya teh hangat Rp.1500,-/gelas. So buat kawan, yang kebetulan lewat di jalan raya ini, silahkan mampir jika penasaran. Lumayan mengusir lapar juga, seporsinya isinya lumayan penuh semangkok. Hehehe…semoga mengispirasi pagi ini,kawan!! 😀

Tarif angkutan itu, tanggung jawab siapa??

PB beberapa hari lalu, tepatnya pas hari kemerdekaan Indonesia. Telah melakukan perjalanan keluar kota dengan BUS, seperti biasanya selalu menggunakan PATAS. Jika memang kebetulan route yang dilalui ini ada. Sudah beberapa kali sebenarnya PB mengalami kejanggalan dan ke anehan ini. Namun kok keterusan, kalau begini ini namanya apa? Awal kira PB adalah suatu kesalahan kecil saja, ternyata tidak.

Waktu berangkat naik BUS PO. Kalisari, dengan tarif Rp.26.000,-(tarif lebaran). Berangkat pagi dari Surabaya ke Malang, karena ada urusan di Malang siang harinya. Namun karena sore sudah selesai urusan, lalu kembali ke Surabaya. Waktu itu dengan Bus Patas PO. HAZ namun anehnya bayar Rp.30.000,-/orang. PB tanya ke kondekturnya, “Loch, pak kok 30 ribu?? Apa gak 26 ribu??” si Kondektur jawab ” Nggak pak, sudah naik 30 ribu“. Nah loch, aneh wong padahal tadi pagi masih Rp.26.000,-? Padahal jauhnya route, Surabaya-Malang (PP) itu sama. Ya sudah, PB orangnya males berdebat. Selisih Rp.4000,- dibiarkan begitu saja.

Ini ticket yang seharga Rp.30.000,- (PO. HAZ)

Ini ticket yang seharga Rp.30.000,- (PO. HAZ)

Begitu lagi, selang 1 hari (hari ke 2 berikutnya). PB ada urusan lagi ke Malang, waktu itu berangkat agak siang. Dengan menggunakan BUS Patas lagi, namun dengan PO. Medali Mas. Bayarnya Rp.26.000,-/orang, nah looo…masak tarifnya turun lagi? Atau kalau sedang sepi penumpang, si kondektur punya hak menaikan tarif? PB mulai bingung, bukan bingung soal uang Rp.4000,-nya. Namun soal konsisten tarif angkutan umum ini, kok kesannya amburadul macam begini? Ini BUS PATAS loch, yang kesannya harus lebih rapi dan bonafid dari Bus ekonomi. Namun kenyataanya kok amburadul macam begini, mau dibawa kemana ini angkutan umum Indonesia?

Ini ticket yang seharga Rp.26.000,- (PO. Medali Mas)

Ini ticket yang seharga Rp.26.000,- (PO. Medali Mas)

Ingat waktu musim mudik lebaran kemarin, pemerintah bergembor-gembor ria soal larangan naik R2 untuk mudik. Lebih disarankan naik angkutan umum, nah kalau angkutannya macam begini. Siapa orang yang nggak males, kalau suruh naik angkutan umum? Kalau tidak sangat terpaksa. Kalau ngasih himbauan itu, mbok ya dibarengi survey lapangan to ya-yaaa…. 👿

Satu lagi cerita unik, namun menjengkelkan sekali. Di terminal Arjosari-Malang, route Busnya untuk yang jurusan keBlitar itu selalu saja dipermainkan. Keberangkatan bukan lagi diatur oleh Dinas Dishub, melainkan premanisme. Kalau pas arus rame (biasanya weekend, atau libur panjang) ada bus jurusan Blitar standby, dibilangnya tidak berangkat a.k.a masuk garasi. Nunggu Bus yang lain dateng, dengan posisi sudah banyak penumpang. Padahal waktu sampai di Blitar, ternyata bus yang dibilang tidak berangkat tadi juga datang dengan selisih ±5menit. walhasil waktu naik tadi, penumpang oyok-oyok’an berebut tempat kursi.

Nah lucunya lagi, ketika menang mendapat tampat duduk. Walaupun turunya nggak sampai Blitar, harus bayar penuh sampai Blitar Rp.15000,-/orang. Bener-bener menggelikan sekali kok angkutan umum Indonesia ini, sampai kapan mau terus-terusan begini? Tanpa ada campur tangan dinas terkait, kesannya benar-benar amburadul dan sangat menjengkelkan. Jauh sekali dari kesan nyaman dan aman.

Apakah hal semacam ini di ketahui oleh dinas terkait namun dibiarkan, atau benar-benar tutup mata soal ini? Bagaimana kalau daerah lainnya, para kawan komentator atau blogger yang lain? Monggo share pengalamannya, semoga bisa menjadikan pembenahan pihak dinas terkait. terimakasih 😀

Afrika Van Java, pasti ku kembali!! (part. 1)

Sesuai judul PB kemarin pas weekend berhasil kembali menginjakan kaki di tanah Afrika van Java. Sudah lama sebetulnya untuk keinginan ini, setelah dahulu sudah berhasil menaklukkan yang tertulis disini. Tepat acara Halal Bi Halal JatimOtoBlog di 1434H ini. Namun kali ini PB tidak seutuhnya touring, karena dari Surabaya ke Situbondo menggunakan kendaraan umum. Terpaksa, karena PB membawa asisten pribadi yang kalau di ajak naik motor terlalu jauh tidak kuat. Alhasil terpaksa jadi Bus mania, gitu dech…. 😀

Foto bersama all peserta, itu wajib kawan 😀

Berangkat pk.20.00wib dari Surabaya, menuju ke Hotel yang berada di area wisata Pantai Pasir Putih-Situbondo. Dimana di sana sudah berkumpul kawan-kawan blogger yang dari Malang, Gresik, Sidoarjo,dsb. Karena mereka berangkat sejak siang hari, sementara PB karena masih banyak urusan jadi menyusul malamnya. Tepat pk.01.00wib turun dari Bus, dan disambut oleh tuan rumah kang Karis.

Setelah sampai di Hotel SidoMuncul 2, PB salam-salaman sama kawan-kawan Blogger yang lain. Padahal mereka sudah terlelap, karena kecapek’an perjalanan jauh. Berhubung PB sebelumnya sudah nitip pesan ke Kang Ulid untuk mencarikan Hotel sendiri (Karena PB datengnya belakangan, so 2 kamar sudah di penuhi oleh kawan-kawan Blogger lainnya 😆) jadi PB harus pesan kamar Hotel sendiri. Berjarak ± 500meter dari penginapan SidoMuncul 2, akhirnya PB beristirahat karena dilanda ngantuk berat. Dengan di pinjemin si BlueMX (milik kang Fauzzy), karena dari Surabaya memang tidak bawa motor sendiri. Pk.02.00wib baru bisa tidur.

Pk.06.00wib bangun dari lelap tidur panjang, dan menyempatkan jalan-jalan kePantai. Karena ternyata di belakang kamar PB yang inapi semalam, sudah mepet sekali dengan pantai. Alhasil, tertarik untuk mencicipi jalan-jalan sebentar saja. Karena pk.07.00wib sudah di Calling sama Tuan Rumah untuk segera bergabung dengan blogger yang lain, karena pk.08.00wib akan melanjutkan ke Afrika Van Java. Mau tau lanjutannya tentang sulitnya medan yang ditaklukan, ikuti artikel berikutnya di Part. 2 😆 terimakasih… 😀

View Belakang Hotel, tempat PB menginap. :D

View Belakang Hotel, tempat PB menginap. 😀

NB:

Just info , siapa tahu ada yang ingin jalan-jalan kePasir putih dengan BUS. Infonyanya biaya sbb:

-. Bus Surabaya-Probolinggo (Patas) Rp.28.000,-/orang

-. Bus Probolinggo-Pasir Putih (Ekonomi, karena tidak ada Patas) Rp.15.000,-/orang

-. Hotel Rp.245.000,-/kamar kapasitas 2orang, untuk semalam.

*Fasilitas kamar hotel: TV 24″, kamar mandi air biasa, Bed besar single. View belakang langsung kePantai pasir putih.

Fasilitas kamar Hotel :mrgreen:

Fasilitas kamar Hotel :mrgreen: