Blog Archives

Suara Mesin dan Starter Yamaha Mio M3 125 Blue Core

Masih bercerita soal Yamaha Mio M3 125 Blue Core, yang memang kemarin hari sempat PB test bersama kawan-kawan yang lain(artikel ada disini). Kali ini PB akan mengunggah video yang ada rekaman jejak dan suara mesin, serta suara starter Yamaha Mio M3 125 Blue Core saat pengetesan kemarin. Siapa tahu ada yang lagi penasaran, bagaimana karakter suara mesin dari Yamaha Mio M3 125 ini. Yuks, silahkan di Bufering video dibawah ini.

Read the rest of this entry

Advertisements

Melongok Bagasi & Floorboard Suzuki Address 110 Fi

Kemarin habis ngobok-ngobok soal mesin Suzuki Address 110 Fi, kini giliran untuk mencoba beberapa fasilitas yang lebih pada Suzuki Address 110 Fi. Dimana fasilitas ini digadang-gadang memiliki kelebihan yang sangat bermanfaat untuk kegiatan komuter, yaitu soal keluasan bagasi dan Floorboard. Meskipun Suzuki Address juga memiliki kelebihan di sektor penampungan BBM, yang memang memiliki kapasitas 5,2liter. PB coba lakukan dengan percobaan kecil sebagai berikut, agar bisa menggambarkan betapa luasnya floorboard 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Harga Primary Sliding sheave comp Mio Soul 2009, bikin dompet kempes..!!

Ngomongin motor sudah uzur, pasti ada-ada saja penyakit yang di deritanya. Habis mau ganti motor baru, males kalau nyicil tiap bulannya. So harus mempertahankan motor kesayangan keluaran tahun 2009, yang kebetulan type Yamaha Soul. Sudah masa pemakaian 5 tahun, so ada-ada saja part yang musti minta diganti. Terutama pada sisi mesin penggeraknya matic, kalau mesin utamanya alhamdulillah masih aman-aman saja. Kali ini ada lagi yang di derita si matic Soul 2009 milik PB ini, meskipun keseharian tak dipakai PB. Namun jika ada kerusakan macam begini, ya tentu saja ikut memikirkannya :mrgreen: hehehe… 😀

-Baca Selanjutnya kawan->

Suzuki Address telah resmi hadir di Jawa Timur, dengan Launching di Royal – Plaza Surabaya!!

Pada tanggal 22 – 11 – 2014 hari Sabtu, yang merupakan puncak dari acara Launching Suzuki Address. Yang kebetulan PB mendapatkan kesempatan untuk hadir pada acara tersebut, karena ajakan salah satu kawan lama yaitu Cak Pandora. Dengan mengambil tempat di Royal Plaza – Surabaya, sebetulnya pada sore hari sebelum puncak acara ini di mulai. PB telah berkesempatan untuk menjajal seberapa hebatnya Suzuki New Address, yang digadang-gadang merupakan motor matic Suzuki yang telah sukses di pasaran Eropa. Untuk detail apa saja yang ada di Suzuki New Address, nantikan dalam artikel terpisah 😉

-Baca Selanjutnya Kawan->

Asistent PB numpang beken di Tabloid Oto Plus,euy!!

Yang berlangganan Tabloid otomotif yg bernama “Oto Plus” pastilah sudah membeli edisi 52/XI yang terbit pada tgl.16-22 Juni 2014. Tentu saja sudah pada baca, kalau sering mantengin blog PB pastilah tidak asing dengan face asistent PB juga. Hemsss…kira-kira sudah ada yg pada nemuin gak ya photo dibawah ini?!?!?

-Baca Selanjutnya Kawan->

Salud dengan Happy Motor

PB kenapa membahas Happy-Motor, karena PB sering banget lewat depan pabrik perakitanya yang berada di Jl. Raya Karangpandan No. 66 Pakisaji – Malang. Setiap kali melewati pabrik perakitan motor ini, PB selalu terbesit pikiran kagum. Lah kok kagum, apa gak pernah lihat gedung pabrik?? Bukan begitu, tapi kagum sama kekuatan untuk bertahan hingga saat ini.

Awal tahun 1999-2000an Indonesia di geruduk sama Motor-motor rakitan China, hingga banyak merk yang mendirikan dealer di setiap kota. Namun sudah seperti yang kita ketahui, bahwasanya merk motor-motor itu lambat laun pergi begitu saja meninggalkan Indonesia. Dulu ada merk Jialing, Kanzen, Kymco, Bajaj, dsb. Namun saat ini sudah pergi begitu saja, karena tidak mampu melawan kokohnya benteng merk Jepang yang sudah membahana di Indonesia lebih dulu.

Situsnyapun masih Up-Date, dan katalog partnya jelas!! Salud&Kagum!! 😀

Namun tidak untuk merk Happy ini, dia bertahan hingga saat ini. Pabrik perakitannya masih tetap kokoh berdiri di Pakisaji – Malang. Setiap PB lewat sana, masih saja sering ada kegiatan jika siang hari. Serta di Malang sana masih banyak dealer di jumpai, namun memang untuk kota lain sudah jarang banget terlihat.

Kira-kira apa ya, rahasianya kok bisa bertahan hingga saat ini?? Padahal Bajaj saja, yang dibilang sudah pada banyak penggemar dan konsumen. Malah lari juga dari Indonesia, hingga kembali lagi dengan mendompleng pemasaran melalu Kawasaki. Hemsss… Pokoknya salud dah, untuk merk Happy ini. Semoga masih tetap bertahan hingga selamanya(seperti merk-merk Jepang) 😆

180km dengan Minerva GTR 170

Beberapa hari belakangan ini, PB sering jalan-jalan keluar kota. Tapi tidak sekedar jalan-jalan saja tentunya, pasti ada tujuan tertentu yang lebih penting dari sekedar uang. Nah, kebetulan kemarin berkesempatan menggunakan Motor matic Gambot produk milik Minerva. Yaitu GTR 170, dimana matic gambot yang bernuansa Sport. Artinya tidak pure berbentuk matic pada umumnya.

Ini GTR 170 yang dipakai PB jalan-jalan kemarin 😀

Dengan route Surabaya – Blitar (pesisir selatan) ±180km sekali jalan. Motor ini terbilang bukan motor baru, tapi PB yakin diseluruh Jawa Timur pasti jarang penggunanya. Tentunya tidak ada salahnya kalau PB sedikit menceritakan opini pribadi soal motor matic Gambot GTR 170 ini. Yuk simak, opini pribadi PB tentang Matic 170cc ini:

  • Tarikan awal memang agak berat, tidak selincah matic jepang pada umumnya.
  • Namun ketika kecepatan sudah 30km/jam ke Atas, tenaganya baru kelihatan cepet banget ngail high speed / 100km/jam.
  • Untuk high speed motor ini terhitung sangat stabil (tidak limbung), mungkin karena efek body gambotnya.
  • Tempat duduk sangat nyaman, karena lebar sekali.
  • Posisi handle stang kemudi, sangat nyaman dan nyantai (cocok untuk perjalanan jauh).
  • Walau terbilang 170cc, ternyata tidak gampang haus Premium. Terbukti dengan tempuh 180km, hanya menghabiskan ±4,5 liter saja. (dengan perhitungan fuel tank, to fuel tank).

Bentuk utuh, GTR 170 diPotret di Dealer_nya.

Itulah sedikit kesan PB ketika berkesempatan jalan-jalan dengan produknya Minerva, yang bernama GTR 170. Motor matic gambot bernuansa Sport, dengan banderol Rp.21.000.000,- ini lumayan untuk yang banyak duit dan ingin memiliki sesuatu yang langka serta berbeda. Hanya saja, yang jadi kekhawatiran untuk beli produk Minerva ini adalah suku cadangnya yang sulit didapat. Sedikit-dikit pakai inden dulu, walhasil kalau ada kerusakan jadi lebih banyak menunggu (Motor ngangkrak dirumah). Monggo kawan kalau ada yang menambahi opini pribadinya, terimakasih.. 😀