Blog Archives

Minerva RX-15 Keren banget, tapi gimana dengan 3S nya???

Sepertinya masih belum terlalu telat untuk membahas motor Sport baru dari Pabrikan Minerva, yang digadang-gadang mirip banget sama Yamaha YZF R125(Mirip loch, bukan berarti sama/plagiat). Menurut photo-photo yang sudah tersebar di dunia blogosphere, Minerva RX15 ini memang bisa dibilang keren bangets modelnya. Coba saja tengok photo dibawah ini, hasil nyomot dari blognya Juragan TMCblog.com(maaf ya :lol:) Maklum blogger pinggiran, kalau mau buat artikel masih bisanya comot sana-sini(jauh dari sumber kenyataan) hehehe 😆

-Baca Selanjutnya Kawan->

Kenapa GTR 170 kok nggak mau diajak berenang??

Kemarin, tepat hari Senin,tgl.25-November 2013 Surabaya dan sekitarnya dilanda Hujan badai. Hujan yang sangat deras ini, disertai dengan angin yang kencang. Sampai-sampai beberapa pesawat harus delay mendarat, dan hanya mengitari bandara untuk beberapa jam. Kebetulan si merah GTR 170 sore itu habis diambil dari beres, karena operasi pergantian kones komstir beberapa tempoe hari yang lalu.

Nggak bisa berenang, hemss…kenapa ya??

Waktu itu, sudah biasa kalau sehabis hujan deras begini ada beberapa titik di Surabaya dan sekitarnya yang mengalami banjir akut. Saat itu di area perum Tropodo, kebetulan rumah kawan PB ada disana. Karena tidak ada jalan lain akses kesana, selain jalanan yang tergenang air setinggi ±25cm itu jadi sasaran berenang si merah GTR 170 ini. Waktu itu asistent PB membawa si Mio S dengan di kendarai sendiri, namun malah ngacir di depan PB tanpa ada kendala. Nah, kebetulan si Minerva GTR 170 ini kan bisa dibilang posisinya mesin,dsb lebih jangkung daripada si Mio S tadi. Tapi waktu di tengah genangan air tadi, dia nggak mau jalan. Sepertinya selip CVT/apa gitu, pokoknya intinya gak mau jalan. Namun mesin tidak mengalami kendala akan mati/mbrebet gitu, nah kira-kira apanya ya kawan yang jadi masalah?? Ada kawan yang tahu, dan bisa menjelaskan?? Thanks You 😀

Subtitusi Kones Atas Minerva GTR 170

Kemarin PB sempat kebingungan dengan si Merah Mimin, gimana gak bingung?? Lah Komstirnya oblak, dan sudah pasti kalau onderdilnya sangat sulit mencarinya. Masih gampang nyari keris, alhasil sampai masuk dan bertanya-tanya di Forum & fanspage FB para penunggang Minerva. Namun tetap tidak menghasilkan pencerahan, kecuali saranya tetap inden ke Dealer Pusat yang berada di JKT. Hemss…. sudah pasti itu akan datang, saat hari kiamat nanti.

Ini dia yang onderdilnya susah nyari 😆

Tanya sana-sini, namun tetap saja tidak membuahkan hasil yang pasti. Jawabanya serba samar, maklum motor ini memang benar-benar langka dan unik banget. Dengan berbekal bekas comotan komstir yang lama, dari beres Minerva Surabaya. PB kembali berburu keris ball race ini, kesetiap bengkel-bengkel yang ada. Kemarin mekanik Minerva sempat memberitahukan, kalau mirip dengan Honda NMP. Ternyata setelah ketemu, masih besar punya’e Minerva ini. Sampai akhirnya, ternyata ketemu salah satu bengkel yang lumayan lengkap di Sidoarjo. Dengan pelayanan yang ramah, alhasil ketemulah komstir punya’e Honda Grand. Ternyata ball race atasnya sama persis, walau bawahnya tidak terpakai(karena tidak sama). Namun kebetulan PB sudah punya originalnya Minerva, indent 2 tahun yang lalu 👿

Yang kiri, milik Minerva asli(yang rusak/lama) & yang kanan milik Honda Grand (yang baru).

Karena memang kebetulan yang di cari hanya ball race atas saja, jadi yang bawah terbuang(tidak kepakai). Karena lucunya motor Minerva GTR 170 ini antara komstir atas dan bawah beda banget. Untung sepaketnya milik Honda Grand ini Rp.33.000,- jadi ringan di kantong, daripada harus indent ke JKT dan menunggu sampai lama. Ada baiknya subtitusi dengan benar, hehee…

Sepaket milik Honda Grand, Rp.33.000,- (tapi yang cocok hanya ball race atasnya saja)

Demikian info dan cerita, ketika memelihara motor yang langka. Subtitusi adalah jalan yang terbaik, dan tepat untuk memecahkan masalah yang ada. Pesanya, kalau tidak banyak uang dan untuk keperluan koleksi sangat tidak di anjurkan beli motor macam beginian, sudah pasti 3S_nya amburadul dan sangat mengecewakan sekali. Semoga info ini dapat menginspirasi sekali, hehe 😀

180km dengan Minerva GTR 170

Beberapa hari belakangan ini, PB sering jalan-jalan keluar kota. Tapi tidak sekedar jalan-jalan saja tentunya, pasti ada tujuan tertentu yang lebih penting dari sekedar uang. Nah, kebetulan kemarin berkesempatan menggunakan Motor matic Gambot produk milik Minerva. Yaitu GTR 170, dimana matic gambot yang bernuansa Sport. Artinya tidak pure berbentuk matic pada umumnya.

Ini GTR 170 yang dipakai PB jalan-jalan kemarin 😀

Dengan route Surabaya – Blitar (pesisir selatan) ±180km sekali jalan. Motor ini terbilang bukan motor baru, tapi PB yakin diseluruh Jawa Timur pasti jarang penggunanya. Tentunya tidak ada salahnya kalau PB sedikit menceritakan opini pribadi soal motor matic Gambot GTR 170 ini. Yuk simak, opini pribadi PB tentang Matic 170cc ini:

  • Tarikan awal memang agak berat, tidak selincah matic jepang pada umumnya.
  • Namun ketika kecepatan sudah 30km/jam ke Atas, tenaganya baru kelihatan cepet banget ngail high speed / 100km/jam.
  • Untuk high speed motor ini terhitung sangat stabil (tidak limbung), mungkin karena efek body gambotnya.
  • Tempat duduk sangat nyaman, karena lebar sekali.
  • Posisi handle stang kemudi, sangat nyaman dan nyantai (cocok untuk perjalanan jauh).
  • Walau terbilang 170cc, ternyata tidak gampang haus Premium. Terbukti dengan tempuh 180km, hanya menghabiskan ±4,5 liter saja. (dengan perhitungan fuel tank, to fuel tank).

Bentuk utuh, GTR 170 diPotret di Dealer_nya.

Itulah sedikit kesan PB ketika berkesempatan jalan-jalan dengan produknya Minerva, yang bernama GTR 170. Motor matic gambot bernuansa Sport, dengan banderol Rp.21.000.000,- ini lumayan untuk yang banyak duit dan ingin memiliki sesuatu yang langka serta berbeda. Hanya saja, yang jadi kekhawatiran untuk beli produk Minerva ini adalah suku cadangnya yang sulit didapat. Sedikit-dikit pakai inden dulu, walhasil kalau ada kerusakan jadi lebih banyak menunggu (Motor ngangkrak dirumah). Monggo kawan kalau ada yang menambahi opini pribadinya, terimakasih.. 😀