Blog Archives

NVL dirugikan faktor sirkuit, namun diUntungkan faktor Lucky!!

Melihat gelaran Indroprix 2014, dan membahas soal sesion kelas 150cc yang memang masih menjadi pergunjingan dalam penentuan regulasi. Namun sore ini cukup lucu dan sungguh diluar duga’an. Yaitu kelas Sport 150cc, bilang sport 150cc namun kok ada Satria FU 150cc?? Yang notebenya adalah bebek underbone, hemss…ya sudah, gak usah membahas soal itu!! 😆

-Baca Selanjutnya Kawan->

Kopling NVL bermasalah!!

Sudah terhitung ada 3 konsumen di Jatim, tentang komplain soal kopling NVL yang bermasalah. Lagi-lagi PB mendapatkan bisikan dari Sang Burung Malam, yang tentunya sumber dapat di percaya. Selama ini NVL selalu aman-aman saja, namun ternyata ada masalah juga dalam dirinya. Soal koping NVL sebetulnya sudah pernah dibahas oleh Blogger kondang “Juragan Pertamax” namun kala itu, yang dibahas soal perbedaan kampas yang dipakai antara NVL & Old V-ixion.

Mungkin dari itulah, dari perbedaan yang sudah di jelaskan oleh artikel Juragan Pertamax itu. Menjadikan permasalahan ini sekarang timbul, memang kalau dipakai selama masih dalam jalanan yang langsam-langsam kendala ini tidak begitu terlihat. Namun ketika dipakai dalam kondisi jalan yang menanjak ekstra tinggi, semisal penanjakan di G. Bromo,dsb. Gejala ini barulah terasa, terdengar suara berisik dan kasar dari dalam mesin. Maka dari itu selama ini fine-fine saja sepertinya tidak ada kendala yang terjadi di kalangan masyarakat si pemakai NVL.

Kenapa bisa begitu, inilah analisa sederhana yang di lakukan oleh sang Burung Malam. Mungkin dari gambar berikut dapat menjelaskan sedikit, bagaimana permasalahan itu muncul:

Gambar. Pinjem dari Juragan pertamax

Gambar. Pinjem dari Juragan pertamax

Sudah jelas, dari gambar itu dilihat dari kodenya kampas terdiri dari 5 plat. Namun plat kampas yang tengah memiliki kode tersendiri, tidak sama dengan 4 yang lainya. 4 plat kampas memiliki kode (50C-E6321-00) sedangkan yang tengah memiliki kode (1PA-E6331-00), setelah di lakukan uji sederhana oleh sang Burung Malam. Ternyata kampas yang tengah, memiliki komponen yang lebih lunak daripada 4 kampas lainya. Usut punya usut, ternyata part ini konon katanya adalah produk lokal(yang tengah). Sedangkan yang 4 lainnya adalah produk import, jika benar begitu. Apakah tujuan sebenarnya, apakah untuk menekan biaya produksi, atau tujuan lainnya?? Yang pasti hanya ATPM yang mengerti 😆

Dari kejadian inilah, sang Burung Malam menitipkan pesannya kepada tulisan sederhana ini. Yaitu apabila si pemakai NVL merasakan hal yang sama seperti yang di alami oleh 3 konsumen di atas tadi, hanya simple saja solusinya. Ganti ke 5 plat kampas kopling tadi dengan Honda GL series, atau di ambilkan dari generasi Yamaha Jupiter MX. Karena partnya motor-motor ini jauh lebih bagus, daripada kampas kopling bawaan NVL itu tadi. Semoga artike ini menginspirasi…. Terimakasih 😀